Sebelas
“Lo udah siap kan, Cin ?” tanya Rachel.
“Hah, semoga aja gue bisa ngejawab semua pertanyaan yang mereka kasih ke gue. Dan semoga aja semua ini bisa berjalan dengan lancar. Amin !!” jawab Cinta.
Mungkin hari ini adalah yang sangat menentukan bagi Rafa dan Cinta. Hari ini juga penentuan buat mereka berdua, apa mereka bisa mempertahankan gelar King and Queen atau justru malah mereka merusak gelar itu. Dan jika mereka bisa mempertahankan gelar itu, mereka akan mendapat gelar baru yaitu Couple Of The Year. Acara yang ini baru pertama kali diadain di SMA Bintang, jadi kalo mereka berhasil, mereka adalah orang pertama yang mendapat gelar tersebut.
Oke, guys kita langsung mulai aja acaranya ya !! Di tangan saya sudah ada 10 pertanyaan dan 1 pertanyaan maut, jika mereka bisa menjawabnya dan benar semua, mereka layak mendapat gelar “Couple Of The Year” yang pertama. Kalian berdua siap?
Rafa dan Cinta : Siiap !!
Pertanyaan pertama untuk Rafa : Kapan pertama kali kamu kenal Cinta ?
Rafa : Sejak kecil, saat kita masih berusia 5 tahun.
Pertanyaan kedua untuk Cinta : Hadiah apa yang Rafa berikan saat dia akan pergi ke Surabaya ?
Cinta : Kalung dengan liotin malaikat.
Pertanyaan demi pertanyaan terus bergulir. Sejauh ini mereka masih bisa menjawab semua pertanyaan dari panitia. Sampai akhirnya, kini mereka sampai pada pertanyaan maut yang akan menentukan apakah mereka berhasil mendapat gelar itu atau justru malah mereka tidak berhasil mendapat gelar itu.
Dan pertanyaan maut untuk Rafa adalah : Cinta sejak kecil sangat takut dengan satu hal ini. Bahkan karena hal ini, dia sampai trauma untuk masuk ke tempat – tempat yang berhubungan dengan ketakutannya itu. Apa yang Cinta takuti itu ?
Jawaban Rafa : Gelap ! Cinta sejak kecil takut sama yang namanya gelap. Karna ada satu kejadian waktu dia kelas 3 SD, dia jadi trauma kalo pergi ke tempat – tempat yang gelap, apalagi kalo sendirian. Dia juga paling nggak suka di rumah sendirian pas mati lampu.
Oke, guys semua pertanyaan sudah mereka jawab. Dan dengan itu, dewan juri memutuskan.....Cinta dan Rafa.....sebagai Couple of The Year !!
****
“Gue gak terima kalo mereka jadi Couple Of The Year. Mereka kan bukan pasangan yang sesungguhnya. Sedangkan mereka kan hanya dekat sebagai teman. Yang namanya Couple ya berarti mereka harus pacaran dong !!” ujar Ivana pada panitia acara Couple Of The Year.
“Oke kita tanya langsung aja ke mereka. Mereka sudah pacaran atau belum, biar semuanya clear. Gimana ?” tantang panitia itu.
“Oke !!” jawab Ivana.
Selain Rachel dan Rama, memang gak ada yang tau kalo sebenernya Rafa dan Cinta sudah resmi berpacaran. Anak – anak basket pun nggak ada yang tau. Jadi wajar aja kalo Ivana memprotes seperti itu. Tapi, justru protesan Ivana itu akan membuat dia “menjilat ludahnya” sendiri. Yang di duluin emosi dulu sih, makanya semua bakal jadi berantakan setelah dia melakukan hal itu.
“Maaf mengganggu kalian yang lagi makan. Kenalkan saya Fahmy dari panitia acara Couple Of The Year.” ujar panitia yang mengaku namanya Fahmy.
“Ada apa ya, mas ?” tanya Rafa.
“Begini, nona yang ada disamping saya memprotes kami selaku panitia. Dia tidak bisa menerima karna menurut dia yang seharusnya menjadi couple of the year adalah pasangan yang benar – benar sedang pacaran. Apa kalian mempunyai hubungan khusus selain hanya berteman ?” tanya Fahmy.
Cinta dan Rafa saling memandang. Apa memang ini saatnya semua orang tau tentang semuanya. Cepat atau lambat semua ini pasti akan terjadi. Tapi mereka sama sekali nggak menyangka kalo akan secepat ini. Hanya dalam hitungan minggu.
“Oke, kita klarifikasi. Ya, saya sama Cinta memang mempunyai hubungan khusus selain hanya berteman. Kita baru jadian sekitar seminggu ini. Bukannya, di peraturan acara ini, peserta nggak di wajibkan mempunyai hubungan khusus ?” jawab Rafa sambil merangkul Cinta yang saat itu duduk disampingnya.
“Nggak mungkin ! Kak Rafa ngarang kan ?” protes Ivana.
“Buat apa kakak ngarang ? Emang kenyataannya gitu. Selama ini nggak ada yang tau kalo kita berdua udah jadian selain Rama dan Rachel dan di sekolah, kita juga bersikap biasa aja, nggak kayak anak pacaran lainnya.” terang Rafa.
“Iya, Iv. Rafa nggak ngarang kok. Seminggu yang lalu Rafa nyatain perasaannya ke Cinta. Tepatnya saat Cinta dan Rafa bosan di rumah karna ditinggal kedua orang tua mereka ke Sumatra. Disebuah taman yang sudah dipersiapkan Rafa, akhirnya Rafa menyatakan perasaannya. Itu cerita dari Rafa.” ujar Rama.
Ivana mengerutkan alis. Sepertinya rencana dia untuk menggagalkan acara ini sangat amat gatot alias gagal total. Hampir semua rencana yang dia anggap akan berhasil menghancurkan hubungan Cinta dan Rafa justru malah berakhir tidak sempurna. Entah sampai kapan Ivana selalu terus menerus menyusun rencana menghancurkan hubungan Cinta dan Rafa.
“Itu orang kenapa sih sirik banget sama hubungan orang ?” tanya Rama.
“Aduh, Kak Rama ini ketinggalan berita atau pura – pura nggak tau sih ? Ivana kan suka sama Kak Rafa sejak awal masuk sekolah ini, di tambah Cinta juga kan musuhnya dia. Jadi ya gitu deh tingkah laku dia. Nggak terima kalo cowok idamannya jadian sama cewek lain, apalagi cewek itu musuhnya dia.” jawab Rachel.
“Kenapa dia menganggap Cinta itu musuhnya ?” tanya Rafa.
“Kita aja nggak tau. Mungkin otaknya dia ada kesalahan kali.” jawab Rachel.
“Ya udahlah, nggak usah di tanggapin. Ntar juga dia capek – capek sendiri. Kalo dia mulai nyari gara – gara, ya udah biasa aja.” tambah Cinta.
“Bijak sekali cewek aku. Hahahaha~” rayu Rafa.
Tentunya rayuan gombal Rafa itu hanya ditanggapi senyuman manis oleh Cinta. Rama dan Rachel seperti biasa bersorak dengan riang.
****
“Ya udah, aku masuk dulu yah. Kamu hati – hati di jalan, bawa mobilnya juga hati – hati.” ujar Cinta.
“Siap, tuan putri. Ntar kalo udah sampe, aku telepon kamu. Bye !” jawab Rafa.
Sebelum turun dari mobil, Cinta menambahkan ciuman di pipi Rafa. Ini adalah kali pertama Rafa mendapat ciuman dari Cinta. Yah it’s ok, emang cuman di pipi doang tapi selangkah lebih majulah. Hahaha~ So pasti, ciuman manis itu membuat Rafa senang teramat sangat. Wkwkwk~
“Sampe kapan lo mau nyembunyiin ini dari Cinta ? Cepet atau lambat dia pasti bakal tau semuanya, Raf.”
“Iya gue juga tau. Biarin semua mengalir seperti air. Kalo emang uda saatnya Cinta tau, biar waktu yang menjawabnya. Sekarang, yang gue mau cuman satu yaitu terus sama-sama dengan Cinta, itu aja.”
****
Dua Belas
Sekarang, malam ini adalah hari jadi Rafa dan Cinta yang ke satu tahun lima bulan. Sungguh tak terasa sudah setahun lebih berlalu. Namun, kali ini ada yang aneh dari Rafa. Sudah seminggu ini Rafa nggak keliatan di sekolah. Di telepon nggak di angkat, di SMS juga nggak di bales. Facebook sama Twitter gak pernah on.
Menghilang tanpa kabar entah kemana. Nggak biasanya Rafa seperti ini. Gara-gara kejadian ini juga Cinta jadi nggak semangat dan selalu diselimuti rasa penasaran. Bahkan rumah Rafa pun sepi, nggak ada orang. Entah gimana lagi Cinta nyari tau dimana keberadaan Rafa.
Sebelum Rafa menghilang, Rafa sempat ngasih surprise romantis pada Cinta. Malam itu semua terasa sangat indah. Bahkan kalau waktu bisa mereka hentikan, detik itu juga mereka hentikan. Saat itu Rafa juga bicara sesuatu dengan Cinta, “Angel, kalau nanti Prince udah nggak sama-sama Angel, Angel janji ya sama Prince kalau Angel akan tetep tersenyum dan menjaga cinta kita.” Tanggapan Cinta, “Prince ngomong apa sih ? Emang Prince mau ninggalin Angel ya ? Prince kan tau Angel nggak bisa kalo nggak ada Prince.” “Siapa sih yang mau ninggalin Angel, itu kan cuman misal.” kata Rafa sambil tersenyum kecil.
Setelah malam itu, Rafa menghilang. Nggak ada kabar apa – apa. Di sekolah juga nggak ada. Awalnya Cinta mengira kalo Rafa nggak masuk karna dia sakit atau apa lah. Tapi lama kelamaan Cinta curiga. Rama sama Rachel kalo di tanyain soal Rafa juga selalu ngalihin pembicaraan.
“Apa sih yang sebenernya kalian sembunyiin dari gue ? Kenapa setiap kali gue tanya soal Rafa, kalian selalu aja ngalihin pembicaraan ? Kalian berdua tau kan dimana Rafa ? Please gue mohon ke kalian, kasih tau gue dimana dia. Lo berdua tau kan kalo hari ini gue satu tahun lebih sama dia.” ujar Cinta setengah menahan tangis.
“Ma, gue nggak tega ngeliat sahabat gue kayak gini terus !” bisik Rachel.
“Kalo lo mau tau dimana Rafa, pulang sekolah nanti lo ikut gue.” jawab Rama.
****
“Katanya lo mau ngajak gue ketemu Rafa. Terus ngapain lo ngajak gue ke rumah sakit. Terus ini kamar siapa coba ?” tanya Cinta.
“Lo akan tau jawabannya setelah lo masuk ke dalem.” jawab Rama.
Feeling Cinta mengatakan sesuatu yang tidak enak. Namun Cinta menepis semua rasa itu. Dia hanya berharap bahwa orang yang ada di kamar itu bukan Rafa. Hanya itu harapannya.
Tak lama, tangis Cinta pun pecah. Di kamar itu ia dapati seorang lelaki yang tertidur pulas dan lemah. Di seluruh tubuhnya terdapat kabel – kabel sebagai alat bantu. Dan lelaki itu adalah RAFA. “Rama, jelasin sama gue sekarang Rafa kenapa ? Bilang sama gue, Ram !!” ujar Cinta dengan suara terbata-bata.
“Rafa kena penyakit leukima, Cin. Dan itu udah dia alami sejak SMP. Sebenernya, dia pengen banget cerita ke lo cuman dia nggak mau ngeliat lo sedih karna penyakitnya itu. Gue juga sebenarnya nggak boleh ngasih tau lo, cuman gue gak sanggup ngeliat lo terus-terusan pusing nyariin Rafa.”
Setelah lama berbincang, Rafa terbangun dari tidurnya. Dan dia kaget saat melihat Cinta ada disana dengan wajah penuh dengan air mata. “ Ram, lo kan....” “Kenapa ? Kenapa sih kamu nggak pernah cerita soal semua ini ? Kenapa ?” tanya Cinta bercucuran air mata. “Bukan gitu. Prince cuman nggak mau ngeliat kamu kepikiran terus sama penyakit Prince.”
“Terus apa dengan cara ini aku bisa nggak mikirin kamu ? Kamu tau nggak sih, uda seminggu ini aku nyariin kamu terus. Mulai dari pulang sekolah sampe tengah malem.” cerita Cinta.
“Maafin aku. Aku tau aku salah. Selamat hari jadi kita ya, Angel. Prince sayang sama Angel.”
Dalam suasana seperti itu, Rafa masih mampu meluluhkan hati Cinta yang semula panas menjadi tenang. “Boleh Prince minta satu permintaan sama Angel ?” “Apa ?” “Prince mau Angel meluk Prince sampe Prince ngerasa tenang.”
Cinta menuruti kemauan Rafa. Dalam pelukan hangat Cinta, Rafa menutupkan matanya dan berkata “I WILL ALWAYS LOVE YOU MY ANGEL”. Dan tak lama setelah itu, badan Rafa terasa ringan. Tangannya pun sudah lepas dari pelukan Cinta.
Tangis pun pecah. Cinta sama sekali nggak menyangka bahwa akan begini jadinya. Orang tua Rafa yang baru datang pun ikut menangis. Namun sepertinya mereka lebih bisa tegar. Cinta pun pingsan karna dia terlalu bersedih.
****
Saat sepi menyapaku , kau hadir dalam kesendirianku
Apa pun kau lakukan untuk membuatku tersenyum
Hidupku serasa lebih berwarna denganmu
Sejak saat itu , tak ingin rasanya jauh darimu
Kau adalah bintang yang menyinari malamku
Kau adalah matahari yang menerangi hatiku
Dan kau adalah pelangi dalam hidupku
Kini , tak ada lagi bintang dalam malamku
Tak ada lagi matahari yang menerangiku
Dan tak ada lagi pelangi dihidupku
Entah sampai kapan aku terbelenggu oleh kesunyian ini
Kesunyian tanpa hadirmu disisiku ...
To : My Lovely , Rafa
SELESAI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar